Jumat, 13 Maret 2009

Bagi-bagi Uang Bensin 100 Ribu,
Konglomerat Murdaya Mobilisasi Lurah

Cilegon- Sekitar 80 puluh Lurah yang tersebar dari 9 kecamatan di Kabupaten Serang, teriak karena merasa dibohongi dan dimanfaatkan Murdaya Widyawimarta Poo yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Banten 2. Pasalnya Puluhan Lurah yang dikumpulkan Konglomerat Bos PT Central Cipta Murdaya, merasa kecewa setelah pertemuan dengan konglomerat terkaya nomor 13 di Indonesia itu, kegiatan sosial yang dijanjikannya tak kunjung terbukti. Bahkan para lurah merasa tersinggung setelah dalam pertemuan itu, Murdaya membagikan poster bergambar dirinya yang menjadi caleg dan membagikan uang bensin sebesar 100 ribu.

Peristiwa itu bermula ketika hampir 80 lurah yang diundang hadir di Restoran Bintang Laguna Cilegon Rabu (11/2), sekira pukul 11.00 WIB, di ruang Intan dijanjikan Murdaya akan diadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dimasing-masing desa. Merasa diundang tokoh pengusaha, yang memiliki rencana melakukan kegiatan sosial, tanpa merasa curiga puluhan lurah antusias menghadiri pertemuan itu. Harapan lurah kehidupan masyarakat didesanya dapat terbantu dengan kegiatan sosial yang dilakukan pengusaha tersebut.

Namun para lurah kecele, walau awalnya senang dengan sambutan Murdaya yang memperkenalkan diri sebagai pengusaha dan seperti orang baik hati karena berencana melakukan serangkaian kegiatan sosial. Diakhir acara para lurah disuguhi berbagai macam atribut seperti poster, kalender dan stiker bergambar dirinya yang menjadi caleg DPR RI dari PDIP dapil Banten 2.

Puluhan lurah ditawari untuk membawa atribut tersebut sebanyak-banyaknya, kemudian membagikan uang pengganti transport sebesar Rp. 100 ribu. Ada sebagian lurah yang mengambil uang transpor tersebut dan banyak juga yang bergegas meninggalkan ruang pertemuan tanpa mempedulikan Murdaya yang tengah membagikan uang.

Menurut salah seorang sumber yang dipercaya, sang sumber pernah melakukan pertemuan dengan Murdaya terkait rencana mengundang para lurah-lurah itu, mengaku kaget karena merasa diluar rencana.

Menurut sumber tadi, awalnya Murdaya memang bermaksud mengundang para lurah karena akan melakukan berbagai kegiatan sosial yang kiranya dibutuhkan masyarakat desa. Sedangkan uang bensin yang dibagi-bagikan kepada para lurah dalam acara itu, semua diluar rencana dan tidak diketahui sumber. Karena memang sebelumnya tidak ada rencana membagi-bagikan uang bensin, yang ada tambah sumber tadi untuk memperlancar kegiatan sosial yang diadakan, Murdaya akan membantu para lurah dengan dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial tersebut yang jumlahnya 500 ribu hingga 1 juta Rupiah.

“Saya kira sesuai pertemuan dengan Murdaya dan sekretarisnya yang bernama Silvi, mereka akan membantu dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial. Bukan uang bensin yang sebesar 100 ribu yang dibagikan dalam acara pertemuan itu. Saya rasa mereka ingkar janji karena tidak sesuai kesepakatan hasil pertemuan”, pantas jika para lrah kesal dan merasa terhina dengan apa yang dibuat Murdaya”,ujar sumber.

Sumber tadi juga menjelaskan teknis melakukan kegiatan sosial pun menjadi tidak jelas, Karena para lurah tidak dimintai masukannya mengenai kegiatan sosial apa yang cocok di masing-masing wilayahnya. Sementara para lurah pun kebingungan kemana memberitahuka program kegiatan sosial yang cocok untuk daerahnya. Karena memang tidak dijelaskan lebih lanjut dalam acara itu.

“Jelas ini menyimpang dari rencana awal, dia (Murdaya-red) sepertinya juga ingin memperdayai saya, dan membenturkan saya dengan para lurah, untuk atribut pun saya tidak mengetahui jika itu akan dibagikan dalam acara pertemuan dengan para lurah-lurah” jelasnya.

Sementara salah seorang lurah di kecamatan Kramat Watu, yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan Murdaya. Menurutnya Murdaya datang bak malaikat yang akan membantu masyarakat desa dengan mengelar berbagai kegiatan sosial. Dengan obralan janji manis, ia mempersilahkan para lurah membuat program bentuk kegiatan sosial yang cocok diwilayahnya. Namun tambah lurah tadi Murdaya malah menghina dengan bagi-bagi uang seratus ribu dan menyebarkan atribut yang bergambar dirinya sebagai Caleg.

“Datang bak malaikat, mau gelar kegiatan sosial, padahal Cuma mau dikenal karena jadi caleg, kalau tahu begini sumpah saya gak akan datang. Bagaimana mau melakukan kegiatan sosial, menghargai para lurah saja dia (Murdaya) tidak bisa. Memang kami datang kesini cari uang?, seenaknya dia berbuat begitu. Saya berpikirakan mengadukan nya ke Panwaslu” kesal sang lurah (dad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda komentari tulisan ini