Ditengarai Mengamankan Kerajaan Bisnis
Pasutri Konglomerat Dukung Capres Berbeda
Jakarta - Pasangan Suami Istri (Pasutri) konglomerat Hartati Murdaya dan suaminya Murdaya Widyawimarta Poo, terlihat mendukung calon presiden (Capres) berbeda. Hartati condong memberikan dukungan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sementara Suaminya lebih mendukung Megawati dengan aktif berada di kepengurusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Selain masih aktif sebagai anggota Komisi III DPR RI dari PDIP. Murdaya seorang pengusaha kelas kakap yang menurut majalah Forbes berada di nomor urut 13 sebagai orang terkaya di Indonesia, kembali maju menjadi calon legislator dari partai yang sama dengan dapil yang berbeda. Pada pemilu kali ini Murdaya maju menjadi Caleg dengan pilihan Dapil Banten 2 (Kabupaten/Kota Serang/ Kota Cilegon), sebelumnya Murdaya duduk di DPR RI dengan pilihan Dapil Jatim 1.
Sebagai kader PDIP, jelas Murdaya harus mengamankan Megawati sebagai Capres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Pemilu 2009. Namun langkah Murdaya bersebrangan dengan istrinya yang juga salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Hartati terlihat lebih condong mendukung SBY sebagi Capres. Hal itu diperlihatkan Hartati saat memberikan dukungan dengan memberi kesempatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat digelar di Jakarta International (JI) Expo.
Setelah berhasil mengakuisisi JI Ekpo senilai RP. 1 Trilyun, Kemudian Hartati duduk sebagai Presiden Direktur JI Expo, mudah saja baginya untuk memberikan kesempatan tersebut kepada partai Demokrat. Seperti dikatakan wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Barok, yang mengakui digelarnya Rapimnas di JI Expo berkat dukungan Hartati Murdaya. “Kenapa Kami Rapat Disini karena dukungan Hartati Murdaya” kata Ahmad Barok Kepada Wartawan saat ditemui di JI Expo Senin (9/2) seperti yang dikutip Viva news.
Dukungan pasutri konglomerat terhadap dua capres berbeda, disinyalir sebagai upaya dan strategi dua konglomerat ini dalam mengamankan kerajaan bisnisnya. Diharapkan siapapun yang menjadi presiden diantara dua capres tersebut, tidak akan menggoyang bisnis dua Taipan ini.
Murdaya WidyaWimarta Poo dikenal sebagai bos kerajaan bisnis PT. Central Cipta Murdaya (CCM), atau yang dulu dikenal sebagai Berca Grup. Dibawah bendera CCM, bisnisnya kini menancap dalam segala bidang. CCM sendiri menjadi bisnis besar dan menggurita, dengan menggenggam hampir 84 perusahaan. Jaringan bisnisnya tersebar dibeberapa sektor seperti listrik, perdagangan, engineering, infrastruktur,teknologi informasi, manufaktur, agribisnis, kehutanan, hingga properti.
Hal sama dilakoni istrinya yang juga ketua umum Walubi, setelah menikah dengan Murdaya di tahun 1971 anak dari pengusaha di semarang ini juga masuk dalam jajaran konglomerat terkaya di republik ini. Sepak terjang Pasutri konglomerat ini semakin diperhitungkan di Indonesia setelah beberapa konglomerat taipan lainnya berjatuhan diterpa krisis moneter tahun 1997, akibat menangguk hutang yang menggunung. Sementara perusahaan Pasangan ini terlepas dari beban hutang.
Hartati berhasil membantu melebarkan Bisnis CCM dengan menjalin kerjama dengan sejumlah perusahaan raksasa dunia, seperti fuji elektrik dari Jepang dan Asea Brown Boveri (ABB) dari Swiss. Kerjasama yang dijalinnya itu membawa CCM dipercaya menjadi pemasok alat listrik ke PLN.
Perusahaan Hartati juga berhasil mengantongi lisensi produksi sepatu Nike di Indonesia, Selain itu Hartati membah lebar sayap bisnisnya dengan menjadi agen pemasaran produk-produk tekhnologi top dunia seperti IBM, HP, Hitachi, Fujitsu dan Symantec. Kini karyawan milik perusahaan konglomerat ini membengkak menjadi 45 ribu orang. (dad)
Jumat, 13 Maret 2009
Bagi-bagi Uang Bensin 100 Ribu,
Konglomerat Murdaya Mobilisasi Lurah
Cilegon- Sekitar 80 puluh Lurah yang tersebar dari 9 kecamatan di Kabupaten Serang, teriak karena merasa dibohongi dan dimanfaatkan Murdaya Widyawimarta Poo yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Banten 2. Pasalnya Puluhan Lurah yang dikumpulkan Konglomerat Bos PT Central Cipta Murdaya, merasa kecewa setelah pertemuan dengan konglomerat terkaya nomor 13 di Indonesia itu, kegiatan sosial yang dijanjikannya tak kunjung terbukti. Bahkan para lurah merasa tersinggung setelah dalam pertemuan itu, Murdaya membagikan poster bergambar dirinya yang menjadi caleg dan membagikan uang bensin sebesar 100 ribu.
Peristiwa itu bermula ketika hampir 80 lurah yang diundang hadir di Restoran Bintang Laguna Cilegon Rabu (11/2), sekira pukul 11.00 WIB, di ruang Intan dijanjikan Murdaya akan diadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dimasing-masing desa. Merasa diundang tokoh pengusaha, yang memiliki rencana melakukan kegiatan sosial, tanpa merasa curiga puluhan lurah antusias menghadiri pertemuan itu. Harapan lurah kehidupan masyarakat didesanya dapat terbantu dengan kegiatan sosial yang dilakukan pengusaha tersebut.
Namun para lurah kecele, walau awalnya senang dengan sambutan Murdaya yang memperkenalkan diri sebagai pengusaha dan seperti orang baik hati karena berencana melakukan serangkaian kegiatan sosial. Diakhir acara para lurah disuguhi berbagai macam atribut seperti poster, kalender dan stiker bergambar dirinya yang menjadi caleg DPR RI dari PDIP dapil Banten 2.
Puluhan lurah ditawari untuk membawa atribut tersebut sebanyak-banyaknya, kemudian membagikan uang pengganti transport sebesar Rp. 100 ribu. Ada sebagian lurah yang mengambil uang transpor tersebut dan banyak juga yang bergegas meninggalkan ruang pertemuan tanpa mempedulikan Murdaya yang tengah membagikan uang.
Menurut salah seorang sumber yang dipercaya, sang sumber pernah melakukan pertemuan dengan Murdaya terkait rencana mengundang para lurah-lurah itu, mengaku kaget karena merasa diluar rencana.
Menurut sumber tadi, awalnya Murdaya memang bermaksud mengundang para lurah karena akan melakukan berbagai kegiatan sosial yang kiranya dibutuhkan masyarakat desa. Sedangkan uang bensin yang dibagi-bagikan kepada para lurah dalam acara itu, semua diluar rencana dan tidak diketahui sumber. Karena memang sebelumnya tidak ada rencana membagi-bagikan uang bensin, yang ada tambah sumber tadi untuk memperlancar kegiatan sosial yang diadakan, Murdaya akan membantu para lurah dengan dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial tersebut yang jumlahnya 500 ribu hingga 1 juta Rupiah.
“Saya kira sesuai pertemuan dengan Murdaya dan sekretarisnya yang bernama Silvi, mereka akan membantu dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial. Bukan uang bensin yang sebesar 100 ribu yang dibagikan dalam acara pertemuan itu. Saya rasa mereka ingkar janji karena tidak sesuai kesepakatan hasil pertemuan”, pantas jika para lrah kesal dan merasa terhina dengan apa yang dibuat Murdaya”,ujar sumber.
Sumber tadi juga menjelaskan teknis melakukan kegiatan sosial pun menjadi tidak jelas, Karena para lurah tidak dimintai masukannya mengenai kegiatan sosial apa yang cocok di masing-masing wilayahnya. Sementara para lurah pun kebingungan kemana memberitahuka program kegiatan sosial yang cocok untuk daerahnya. Karena memang tidak dijelaskan lebih lanjut dalam acara itu.
“Jelas ini menyimpang dari rencana awal, dia (Murdaya-red) sepertinya juga ingin memperdayai saya, dan membenturkan saya dengan para lurah, untuk atribut pun saya tidak mengetahui jika itu akan dibagikan dalam acara pertemuan dengan para lurah-lurah” jelasnya.
Sementara salah seorang lurah di kecamatan Kramat Watu, yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan Murdaya. Menurutnya Murdaya datang bak malaikat yang akan membantu masyarakat desa dengan mengelar berbagai kegiatan sosial. Dengan obralan janji manis, ia mempersilahkan para lurah membuat program bentuk kegiatan sosial yang cocok diwilayahnya. Namun tambah lurah tadi Murdaya malah menghina dengan bagi-bagi uang seratus ribu dan menyebarkan atribut yang bergambar dirinya sebagai Caleg.
“Datang bak malaikat, mau gelar kegiatan sosial, padahal Cuma mau dikenal karena jadi caleg, kalau tahu begini sumpah saya gak akan datang. Bagaimana mau melakukan kegiatan sosial, menghargai para lurah saja dia (Murdaya) tidak bisa. Memang kami datang kesini cari uang?, seenaknya dia berbuat begitu. Saya berpikirakan mengadukan nya ke Panwaslu” kesal sang lurah (dad)
Konglomerat Murdaya Mobilisasi Lurah
Cilegon- Sekitar 80 puluh Lurah yang tersebar dari 9 kecamatan di Kabupaten Serang, teriak karena merasa dibohongi dan dimanfaatkan Murdaya Widyawimarta Poo yang menjadi Caleg DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Banten 2. Pasalnya Puluhan Lurah yang dikumpulkan Konglomerat Bos PT Central Cipta Murdaya, merasa kecewa setelah pertemuan dengan konglomerat terkaya nomor 13 di Indonesia itu, kegiatan sosial yang dijanjikannya tak kunjung terbukti. Bahkan para lurah merasa tersinggung setelah dalam pertemuan itu, Murdaya membagikan poster bergambar dirinya yang menjadi caleg dan membagikan uang bensin sebesar 100 ribu.
Peristiwa itu bermula ketika hampir 80 lurah yang diundang hadir di Restoran Bintang Laguna Cilegon Rabu (11/2), sekira pukul 11.00 WIB, di ruang Intan dijanjikan Murdaya akan diadakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dimasing-masing desa. Merasa diundang tokoh pengusaha, yang memiliki rencana melakukan kegiatan sosial, tanpa merasa curiga puluhan lurah antusias menghadiri pertemuan itu. Harapan lurah kehidupan masyarakat didesanya dapat terbantu dengan kegiatan sosial yang dilakukan pengusaha tersebut.
Namun para lurah kecele, walau awalnya senang dengan sambutan Murdaya yang memperkenalkan diri sebagai pengusaha dan seperti orang baik hati karena berencana melakukan serangkaian kegiatan sosial. Diakhir acara para lurah disuguhi berbagai macam atribut seperti poster, kalender dan stiker bergambar dirinya yang menjadi caleg DPR RI dari PDIP dapil Banten 2.
Puluhan lurah ditawari untuk membawa atribut tersebut sebanyak-banyaknya, kemudian membagikan uang pengganti transport sebesar Rp. 100 ribu. Ada sebagian lurah yang mengambil uang transpor tersebut dan banyak juga yang bergegas meninggalkan ruang pertemuan tanpa mempedulikan Murdaya yang tengah membagikan uang.
Menurut salah seorang sumber yang dipercaya, sang sumber pernah melakukan pertemuan dengan Murdaya terkait rencana mengundang para lurah-lurah itu, mengaku kaget karena merasa diluar rencana.
Menurut sumber tadi, awalnya Murdaya memang bermaksud mengundang para lurah karena akan melakukan berbagai kegiatan sosial yang kiranya dibutuhkan masyarakat desa. Sedangkan uang bensin yang dibagi-bagikan kepada para lurah dalam acara itu, semua diluar rencana dan tidak diketahui sumber. Karena memang sebelumnya tidak ada rencana membagi-bagikan uang bensin, yang ada tambah sumber tadi untuk memperlancar kegiatan sosial yang diadakan, Murdaya akan membantu para lurah dengan dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial tersebut yang jumlahnya 500 ribu hingga 1 juta Rupiah.
“Saya kira sesuai pertemuan dengan Murdaya dan sekretarisnya yang bernama Silvi, mereka akan membantu dana operasional untuk menunjang kelancaran kegiatan sosial. Bukan uang bensin yang sebesar 100 ribu yang dibagikan dalam acara pertemuan itu. Saya rasa mereka ingkar janji karena tidak sesuai kesepakatan hasil pertemuan”, pantas jika para lrah kesal dan merasa terhina dengan apa yang dibuat Murdaya”,ujar sumber.
Sumber tadi juga menjelaskan teknis melakukan kegiatan sosial pun menjadi tidak jelas, Karena para lurah tidak dimintai masukannya mengenai kegiatan sosial apa yang cocok di masing-masing wilayahnya. Sementara para lurah pun kebingungan kemana memberitahuka program kegiatan sosial yang cocok untuk daerahnya. Karena memang tidak dijelaskan lebih lanjut dalam acara itu.
“Jelas ini menyimpang dari rencana awal, dia (Murdaya-red) sepertinya juga ingin memperdayai saya, dan membenturkan saya dengan para lurah, untuk atribut pun saya tidak mengetahui jika itu akan dibagikan dalam acara pertemuan dengan para lurah-lurah” jelasnya.
Sementara salah seorang lurah di kecamatan Kramat Watu, yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan Murdaya. Menurutnya Murdaya datang bak malaikat yang akan membantu masyarakat desa dengan mengelar berbagai kegiatan sosial. Dengan obralan janji manis, ia mempersilahkan para lurah membuat program bentuk kegiatan sosial yang cocok diwilayahnya. Namun tambah lurah tadi Murdaya malah menghina dengan bagi-bagi uang seratus ribu dan menyebarkan atribut yang bergambar dirinya sebagai Caleg.
“Datang bak malaikat, mau gelar kegiatan sosial, padahal Cuma mau dikenal karena jadi caleg, kalau tahu begini sumpah saya gak akan datang. Bagaimana mau melakukan kegiatan sosial, menghargai para lurah saja dia (Murdaya) tidak bisa. Memang kami datang kesini cari uang?, seenaknya dia berbuat begitu. Saya berpikirakan mengadukan nya ke Panwaslu” kesal sang lurah (dad)
Langganan:
Postingan (Atom)
