Jumat, 13 Maret 2009

Ditengarai Mengamankan Kerajaan Bisnis
Pasutri Konglomerat Dukung Capres Berbeda

Jakarta - Pasangan Suami Istri (Pasutri) konglomerat Hartati Murdaya dan suaminya Murdaya Widyawimarta Poo, terlihat mendukung calon presiden (Capres) berbeda. Hartati condong memberikan dukungan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sementara Suaminya lebih mendukung Megawati dengan aktif berada di kepengurusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain masih aktif sebagai anggota Komisi III DPR RI dari PDIP. Murdaya seorang pengusaha kelas kakap yang menurut majalah Forbes berada di nomor urut 13 sebagai orang terkaya di Indonesia, kembali maju menjadi calon legislator dari partai yang sama dengan dapil yang berbeda. Pada pemilu kali ini Murdaya maju menjadi Caleg dengan pilihan Dapil Banten 2 (Kabupaten/Kota Serang/ Kota Cilegon), sebelumnya Murdaya duduk di DPR RI dengan pilihan Dapil Jatim 1.

Sebagai kader PDIP, jelas Murdaya harus mengamankan Megawati sebagai Capres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Pemilu 2009. Namun langkah Murdaya bersebrangan dengan istrinya yang juga salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Hartati terlihat lebih condong mendukung SBY sebagi Capres. Hal itu diperlihatkan Hartati saat memberikan dukungan dengan memberi kesempatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat digelar di Jakarta International (JI) Expo.

Setelah berhasil mengakuisisi JI Ekpo senilai RP. 1 Trilyun, Kemudian Hartati duduk sebagai Presiden Direktur JI Expo, mudah saja baginya untuk memberikan kesempatan tersebut kepada partai Demokrat. Seperti dikatakan wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Barok, yang mengakui digelarnya Rapimnas di JI Expo berkat dukungan Hartati Murdaya. “Kenapa Kami Rapat Disini karena dukungan Hartati Murdaya” kata Ahmad Barok Kepada Wartawan saat ditemui di JI Expo Senin (9/2) seperti yang dikutip Viva news.

Dukungan pasutri konglomerat terhadap dua capres berbeda, disinyalir sebagai upaya dan strategi dua konglomerat ini dalam mengamankan kerajaan bisnisnya. Diharapkan siapapun yang menjadi presiden diantara dua capres tersebut, tidak akan menggoyang bisnis dua Taipan ini.


Murdaya WidyaWimarta Poo dikenal sebagai bos kerajaan bisnis PT. Central Cipta Murdaya (CCM), atau yang dulu dikenal sebagai Berca Grup. Dibawah bendera CCM, bisnisnya kini menancap dalam segala bidang. CCM sendiri menjadi bisnis besar dan menggurita, dengan menggenggam hampir 84 perusahaan. Jaringan bisnisnya tersebar dibeberapa sektor seperti listrik, perdagangan, engineering, infrastruktur,teknologi informasi, manufaktur, agribisnis, kehutanan, hingga properti.

Hal sama dilakoni istrinya yang juga ketua umum Walubi, setelah menikah dengan Murdaya di tahun 1971 anak dari pengusaha di semarang ini juga masuk dalam jajaran konglomerat terkaya di republik ini. Sepak terjang Pasutri konglomerat ini semakin diperhitungkan di Indonesia setelah beberapa konglomerat taipan lainnya berjatuhan diterpa krisis moneter tahun 1997, akibat menangguk hutang yang menggunung. Sementara perusahaan Pasangan ini terlepas dari beban hutang.
Hartati berhasil membantu melebarkan Bisnis CCM dengan menjalin kerjama dengan sejumlah perusahaan raksasa dunia, seperti fuji elektrik dari Jepang dan Asea Brown Boveri (ABB) dari Swiss. Kerjasama yang dijalinnya itu membawa CCM dipercaya menjadi pemasok alat listrik ke PLN.
Perusahaan Hartati juga berhasil mengantongi lisensi produksi sepatu Nike di Indonesia, Selain itu Hartati membah lebar sayap bisnisnya dengan menjadi agen pemasaran produk-produk tekhnologi top dunia seperti IBM, HP, Hitachi, Fujitsu dan Symantec. Kini karyawan milik perusahaan konglomerat ini membengkak menjadi 45 ribu orang. (dad)

1 komentar:

  1. Wah...dasar konglomerat bermuka dua. hanya berpikir bagaimana kepentingan bisnisnya aman. Untuk SBY dan JK waspadai dua Konglomerat ini jangan sampai terjebak

    BalasHapus

Silahkan anda komentari tulisan ini